Satu Dekade PKS berpolitik dengan Santun
“Partai Berasas Islam, Partai tidak semata-mata digunakan sebagai alat untuk meraih dan merebut kekuasaan. Tapi, bagaimana dengan kekuasaan yang diraih itu rakyat tidak menjadi korban, dan kekuasaan menjadi amanah untuk melayani masyarakat.”
(Majalah Biografi Politik Edisi Khusus)
“Kalau Anda Yakin kepada kami, bergabunglah bersama kami. Kalau anda ragu tentang kami, pelajarilah kami. Kalau anda benci kepada kami, kami akan tetap perjuangkan aspirasi Anda.” Kata-kata itu menghiasi spanduk yang terpampang di lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat deklarasi Partai Keadilan (PK) berlangsung pada 9 Agustus 1998. Puluhan ribu simpatisan dan pendukung hadir menyemarakkan deklarasi yang tertib dan teratur. Sebagian besar dari mereka adalah kalangan muda, muslim modernis, yang kelak menjadi inti pendukung kekuatan Partai Keadilan sejahtera (PKS).